Senin, 16 November 2009

Pengukuhan Guru Besar pada Dies Natalis UIN Alauddin

Pengukuhan Guru Besar pada Dies Natalis UIN Alauddin

Makassar, 14 November 2009.

Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang dulunya dikenal dengan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin, merayakan Dies Natalis ke-44 di Kampus II UIN Alauddin Samata, Gowa, Rabu, 11 November 2009.

Perayaan dies natalis tahun ini sedikit berbeda dibanding perayaan-perayaan sebelumnya, karena kali ini dirangkaikan dengan pengukuhan dua dekan di lingkungan UIN Alauddin menjadi guru besar.

Keduanya dekan tersebut adalah Prof Musafir Pababari (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat) dan Prof Ambo Asse (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum).

Perayaan dies dihadiri Gubernur Sulsel diwakili Asisten III Amal Natsir, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, serta sejumlah undangan.

Dalam sambutannya Rektor UIN Prof Dr Azhar Arsyad MA menyampaikan suka citanya, terutama dengan dikukuhkannya dua dekan menjadi guru besar.

Selain itu, Azhar juga gembira karena UIN Alauddin mendapat penghargaan atas keberhasilannya menempati posisi terbaik ketiga dalam mengelola dana Islamic Development Bank (IDB) melalui Project Manajement Unit (PMU) Kampus II Samata dari seluruh kampus Indonesia yang menerima dana.

Ditambahkan lagi oleh Azhar, penghargaan itu didapatkan karena UIN dinilai mampu merampungkan proyek pembangunan Training Center berlantai tujuh di kampus 1 meskipun belum keseluruhan dan juga merampungkan 74 persen pembangunan di kampus baru.

Rencananya, proyek pembangunan kampus baru akan rampung pada Februari 2010 mendatang, sehingga seluruh proses perkuliahan akan difokuskan di kampus II Samata Gowa.(Rahmadina)

keterangan :
- berita ini dibuat oleh Rahmadina sebagai bagian dari tugas praktek peliputan dan penulisan berita, pada mata kuliah Teknik Peliputan dan Penulisan Berita.

Pengukuhan 2 Guru Besar Warnai Dies Natalis UIN Alauddin

Pengukuhan 2 Guru Besar Warnai Dies Natalis UIN Alauddin

Makassar, 15 November 2009.

Pengukuhan dua Guru Besar mewarnai acara Dies Natalis ke-44 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, di Kampus II UIN Alauddin Samata, Gowa, Rabu, 11 November 2009.

“Perayaan ulang tahun ke-44 UIN Alauddin tahun ini memang terasa istimewa, terutama dengan pengukuhan dua dekan di UIN Alauddin menjadi guru besar,” tutur Rektor UIN Alauddin, Prof Dr Azhar Arsyad, saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Dua guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof Dr Ambo Asse MAg (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum) dan Prof Dr Musafir Pababbari MSi (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat).

Musafir yang meraih gelar guru besar di bidang Sosiologi Agama saat pengukuhannya menyampaikan pidato berjudul “Petronase Agama dalam Kehidupan Politik Lokal, Melemahnya Nilai-Nilai Tradisional Agama Masyarakat.”

Sedangkan Ambo Asse yang meraih gelar guru besar bidang hukum Islam berpidato tentang, “Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hadis Nabi Muhammad SAW, Studi Terhadap Perlindungan Jiwa, Agama, Harta, dan Kehormatan.’’

Rektor UIN Alauddin mengaku gembira atas bertambahnya Guru Besar di perguruan tinggi yang dipimpinnya. Pada kesempatan itu, Azhar juga menyampaikan sejumlah hal yang telah dicapai UIN Alauddin selama satu tahun terakhir.

Di bidang akademik dan pendidikan, kata Azhar dengan meningkatnya jumlah pendaftar mahasiswa baru 2009 di UIN dan juga terjadi perubahan positif di bidang administrasi dan keuangan, kemahasiswaan, penelitian dan pengembangan, serta bidang kerja sama.
Pada puncak acara tersebut, hadir pula sejumlah pejabat dan ratusan undangan lainnya. (By : Dwi Ratnasari)

keterangan:
- berita ini dibuat oleh Dwi Ratnasari sebagai bagian dari tugas praktek peliputan dan penulisan berita, pada mata kuliah Teknik Peliputan dan Penulisan Berita.

Ditahan Karena Mencuri Gitar dan Baju

Ditahan Karena Mencuri Gitar dan Baju

Makassar, 5 November 2009. Salah satu tahanan di Polsekta Tamalate, Jl. Sultan Alauddin, Makassar, bernama Ardiansyah (18 tahun). Dia ditangkap karena diduga mencuri gitar dan baju di sekitar Jl. Dangko, Makassar.

Ardiansyah yang ditahan pada hari Selasa, 3 November 2009, mengaku ditangkap di rumahnya tanpa melakukan perlawanan, karena telah cukup bukti untuk menahannya.

"Saya ini pengangguran. Jadi untuk mendapat uang belanja, saya pun gelap mata untuk melakukan pencurian tersebut," tutur anak pertama dari tiga bersaudara ini saat ditemui di tahanan Polsekta Tamalate, belum lama ini.

Ardiansyah juga bercerita bahwa saat peristiwa penangkapan tersebut orang tuanya menangis karena yang melaporkan hal tersebut adalah temannya sendiri. (By : Dwi Ratnasari)

keterangan:
- berita ini dibuat oleh Dwi Ratnasari sebagai bagian dari tugas praktek peliputan dan penulisan berita, pada mata kuliah Teknik Peliputan dan Penulisan Berita.

Rabu, 11 November 2009

Syahrul Ingin Cetak 500 Doktor

Syahrul Ingin Cetak 500 Doktor

Sebagai bentuk kepedulian dan tekad dalam bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bertekad mencetak 500 doktor (S3) lulusan luar negeri selama kepemimpinannya dalam lima tahun (2008-2013).

‘’Saya ingin mencetak 500 doktor lulusan luar negeri selama masa jabatan saya lima tahun ini. Yang sudah ada sekarang ini 200 doktor. Sisanya, saya ingin merekrut beberapa orang yang berkompetensi dalam bidang lingkungan dan perencanaan. Saya tidak mau yang S1 atau S2. Yang saya mau adalah doktor,’’ tandasnya.

Tekad tersebut dikemukakan Syahrul saat menerima kunjungan Manager IDP Educational Australia untuk Indonsia, Lily Kusuma, di ruang kerjanya, Jumat, 6 November 2009.

Melalui kerjasama dengan pihak IDP Education Australia, Pemprov Sulsel akan mengutus 20 orang dari setiap kabupaten dan kota se Sulsel untuk mengambil program pendidikan doktoral (S3) di Australia, mulai Desember 2009.

‘’Pemprov Sulsel akan merekrut masing-masing 2 orang dari setiap kabupaten yang ahli dalam bidang lingkungan dan perencanaan wilayah,’’ jelas Syahrul.

Lily Kusuma yang mewakili IDP Education Australia, menyambut baik rencana tersebut, dan pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel untuk melakukan tes IELTS (International English Language Testing System) kepada calon peserta yang akan direkrut nanti.

Dalam kerjasama tersebut, IDP Education Australia akan memberikan layanan berupa supporting dan present free pada awal tahun akademik, serta segala urusan lain yang berhubungan dengan pendidikan di Australia, mulai dari konsultasi gratis mengenai pendidikan di Australia, mencari universitas yang tepat, mengatur akomodasi, penjemputan di airport, dsb. (By: Rosana Sangaji)

keterangan:
- berita ini dibuat oleh Rosana Sangaji sebagai bagian dari tugas praktek peliputan dan penulisan berita, pada mata kuliah Teknik Peliputan dan Penulisan Berita.

Selasa, 10 November 2009

Mahasiswa Semester V, Jurnalistik, FDK UIN Alauddin

Mahasiswa Semester V, Jurnalistik, FDK UIN Alauddin

Inilah 32 mahasiswa Semester V (angkatan 2007/2008), tahun akademik 2009/2010, Jurusan Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

1. A. Evi Elvira Adnan
2. Azwar Parawangi
3. Endang Senianti
4. M. Chaidir Pratama
5. Masruq
6. Rahmadina
7. Rosana Sangaji
8. Abdul Azis Alimuddin
9. Baso Ahmad Gazali
10. Firman
11. M. Taufik Anwar
12. Muh. Husnul M.
13. Satria Sakti
14. Lukman Majid Leisubun
15. Abdul Basyit
16. Dewi Ika Ningsih Sy.
17. Hastuti
18. Mahmud Alimuddin
19. Novandi Ikhsan Pe.
20. Sulfianto
21. Andi Fikra Pratiwi
22. Dewi Purnamasari
23. Ilham Badu
24. Marhalim
25. Nurdiyansyah Renwarin
26. Syahril
27. Asmiwati
28. Dwi Ratnasari
29. Kasim
30. Mashud
31. Nurfitri Sultanti
32. Yusmanto